Doa Menjelang Tidur

 

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

 “Ya Allah. Dengan nama-Mu aku hidup, dan dengan nama-Mu aku mati”.

 

 

Doa ini bersumber dari hadis nabi:

عَنْ الْبَرَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ قَالَ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

Dari al-Barra’ bahwa Nabi saw apabila akan berbaring ke tempat tidur berdoa: “Allo-humma bismika ahya- wa bismika amu-t”.

Hadis Nabi ini  berkualitas sahih diriwayatkan oleh Muslim (Shahih Muslim, Kitab al-Dzikr wa al-Du’a’ wa al-Taubah wa al-Istigfar, no. 4886) riwayat dari al-Barra’ ibn  al-‘Azib.

Lafal doa menjelang tidur telah diriwayatkan secara bil makna, sehingga ada 5 macam lafal doa menjelang tidur ini. Doa-doa tersebut semuanya bersumber dari Nabi Muhammad saw lewat riwayat Hudzaifah ibn al-Yaman, yaitu:

1. اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا

“Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup”.

Bacaan doa ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari (Shahih, Kitab al-Da’wat, no. 5839) dan Tirmidzi (Sunan, al-Da’wat ‘an Rasulillah, no. 3339).

 

2. بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

“Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup”

Bacaan doa ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari (Shahih, Kitab al-Da’wat, no 5849) dan Ahmad ibn Hanbal (Musnad, Baqiy Musnad al-Anshar, no. 22184, 22362).

 

3. اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ

“Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan aku mati”.

Lafal doa ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari (Shahih, Kitab al-Tauhid, no. 6845), Abu Dawud 9Sunan, al-Adab, no. 4390), dan Ahmad ibn Hanbal (Musnad, Baqiy Musnad al-Anshar, no. 22301).

 

4. بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا

“Dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup”.

Lafal bacaan ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari (Shahih, Kitab al-Da’wat, no. 5837).

 

5. اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَبِاسْمِكَ أَحْيَا

Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan dengan nama-Mu aku hidup”.

Lafal doa ini dari hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal (Musnad, Baqiy Musnad al-Anshar, no. 12280).

 

referensi :

  • Suara Muhammadiyah Edisi 07-2002
wahiduddin
wahiduddin
Seorang cucu Da'i yang ingin menjadi pendakwah, sedang belajar mengajak kepada yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar. Belajar berdakwah dan mencari jalan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *