Doa Keluar Rumah 

 

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

 

“Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah”.

Doa ini bersumber dari hadis Nabi:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ يَعْنِي إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ يُقَالُ لَهُ كُفِيتَ وَوُقِيتَ وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ

 

Dari Anas ibn Malik bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berdoa ketika keluar dari rumahnya dengan : “Bismilla-hi tawakkaltu ‘alallo-hi la- haula wala- quwwata illa billa-h” maka akan dikatakan baginya: “telah dicukupkan untukmu, dan telah ditakutkan kepadamu”, dan ia telah dijauhkan dari syetan”.

 

Menurut Tirmidzi hadis ini berkualitas hasan shahih dan diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Sunan al-Tirmidzi, Kitab al-Da’wat ‘an Rasulillah, no. 3348; dan Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud, Kitab al-Adab, no. 4431).

 

Selain doa tersebut ada juga doa keluar rumah yang lain yang dapat dibaca, yaitu:

اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

 

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar aku tidak tersesat atau disesatkan, tergelincir (jatuh) atau digelincirkan, berbuat aniaya (dhalim) atau teraniaya, berbuat bodoh (ceroboh) atau dibodohi.

 

Doa ini bersumber dari hadis:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ مَا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْتِي قَطُّ إِلَّا رَفَعَ طَرْفَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

 

Ummu Salamah berkata, “Tidaklah Rasulullah saw keluar dari rumahnya kecuali menengadahkan pandangannya ke langit lalu berdoa: Allo-humma a’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, au adhlima aw udhlama, aw  ajhala aw yujhala ‘alayya”.

Hadis ini diriwayatkan dengan sanad sahih oleh Abu Dawud (Sunan, Kitab al-Adab, no. 4430).

Akan tetapi lafal bacaan doa keluar rumah yang kedua ini, memiliki 5 variasi lafal doa, selain yang tersebut di atas, yang semuanya bersumber dari Ummu Salamah. Perbedaan lafal ini terjadi sebagai akibat ditolerirnya periwayatan hadis bil ma’na  yang tidak harus memakai lafal yang sama persis seperti yang diucapkan nabi, asalkan makna dan maksudnya sama. Ke-lima variasi lafal tersebut adalah:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نَزِلَّ أَوْ نَضِلَّ أَوْ نَظْلِمَ أَوْ نُظْلَمَ أَوْ نَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْنَا

Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Ya Allah, sungguh kami memohon perlindungan kepada-Mu agar kami tidak tergelincir, atau tersesat, berbuat aniaya (dhalim) atau teraniaya, berbuat bodoh (ceroboh) atau kami dibodohi.

Lafal doa ini bersumber pada hadis Nabi dengan sanad sahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi (Sunan, Kitab al-Da’wat ‘an Rasulillah, no. 3349)

 

بِسْمِ اللَّهِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَزِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

 

Dengan nama Allah, Tuhanku, Aku memohon perlindungan kepadamu agar aku tidak tergelincir, tersesat, berbuat aniaya (dhalim) atau teraniaya, berbuat bodoh (ceroboh) atau dibodohi.

Lafal doa ini bersumber pada hadis Nabi dengan sanad sahih yang diriwayatkan oleh Nasaiy (Sunan, Kitab al-Isti’adzah, no. 5391 dan 5444).

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

 

Ya Allah, sungguh aku mohon perlindungan  kepada-Mu agar aku tidak tersesat, tergelincir (jatuh),  berbuat aniaya (dhalim) atau teraniaya, dan berbuat bodoh (ceroboh) atau dibodohi.

Lafal doa ini bersumber dari hadis Nabi dengan sanad sahih yang diriwayatkan oleh Ibn Majah (Sunan, Kitab al-Du’a’, no. 3874).

 

  • بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نَزِلَّ أَوْ نَضِلَّ أَوْ نَظْلِمَ أَوْ نُظْلَمَ أَوْ نَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْنَا

Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Ya Allah, sungguh aku mohon perlindungan kepada-Mu agar kami tidak tergelincir (jatuh), tersesat, berbuat aniaya (dhalim) dan teraniaya, berbuat bodoh (ceroboh) atau dibodohi.

Lafal doa ini bersumber dari hadis Nabi dengan sanad sahih yang diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal (Musnad Ahmad, Kitab Baqiy Musnad al-Anshar, no. 25400).

 

بِاسْمِكَ رَبِّي إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَزِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

 

Dengan nama-Mu, ya Tuhanku, sungguh aku mohon perlindungan kepadamu agar aku tidak tergelincir (jatuh), tersesat, berbuat aniaya atau teraniaya, berbuat bodoh (ceroboh) atau dibodohi.

Lafal doa ini bersumber dari hadis Nabi dengan sanad sahih yang diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal (Musnad Ahmad, Kitab Baqiy Musnad al-Anshar, no. 25480).

 

Referensi :

  • Suara Muhammadiyah Edisi 14 2004
wahiduddin
wahiduddin
Seorang cucu Da'i yang ingin menjadi pendakwah, sedang belajar mengajak kepada yang ma'ruf dan meninggalkan yang mungkar. Belajar berdakwah dan mencari jalan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *